Senin, 07 Juli 2014

Kronologi Kericuhan Pemungutan Suara di Hongkong

SUMBER :WWW.KOMPAS.COM

News / Nasional

Kronologi Kericuhan Pemungutan Suara di Hongkong

Senin, 7 Juli 2014 | 03:53 WIB
FACEBOOK
Para TKI yang memprotes karena tidak bisa memilih di Lapangan Victoria Park, Hongkong, Minggu (6/7/2014). Gambar diambil dari halaman Facebook Adian Napitupulu.
JAKARTA, KOMPAS.com — Kericuhan mewarnai pemungutan suara di tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN) di Victoria Park, Hongkong, Minggu (6/7/2014). Berikut ini adalah kronologi dari kericuhan tersebut.

"(Kericuhan bermula) karena izin pemakaian lapangan Victoria Park dari Pemerintah Hongkong dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 17.00," ujar Koordinator Desk Pemilu Migrant Care Syaifullah Anas, yang memantau bersama tiga orang Migrant Care dan lima relawan, seperti dikutip Tribunnews.com, Senin (7/7/2014) dini hari.

Adapun kronologi rinci dari proses pemungutan suara tersebut adalah sebagai berikut:

Pukul 07.00

Pemilih yang kebanyakan buruh migran Indonesia sudah mengantre. Mereka mengantre untuk memberikan hak pilihnya di 13 TPSLN yang disediakan Panitia Pemungutan Luar Negeri (PPLN) Hongkong.

Pukul 09.00

Antrean semakin panjang. PPLN hanya membuka satu jalur pintu masuk ke TPSLN. Satu jalur antrean tidak dibedakan antara pemilih yang mendapat surat pemberitahuan memilih dan belum terdaftar sebagai pemilih.

Pukul 11.00

Ketika antrean mengular, pada pukul 11.00 turun hujan deras sekitar 15 menit. Setelah hujan reda, antrean pemilih memenuhi sepertiga lapangan yang disediakan panitia lokasi pemungutan suara.

PPLN memberlakukan tiga ring, dengan rincian ring pertama adalah lokasi TPSLN; ring kedua untuk pemantau, wartawan, dan polisi; sementara ring ketiga adalah tempat para pemilih menunggu. Separuh lapangan di Victoria Park ini menjadi ring tiga. 

Setelah hujan reda, cuaca di Victoria Park berubah total menjadi sangat terik. Sekitar 10 pemilih pingsan selama menunggu. "Bisa jadi karena sudah lama mengantre dan kepanasan," tutur Syaiful.

Pukul 12.00

Pada pukul 12.00 sampai 13.00, di tengah cuaca yang terik, para pemilih mengusulkan pemisahan antrean, antara yang mendapatkan surat pemberitahuan memilih dan yang belum terdaftar, termasuk untuk warga negara Indonesia yang memakai izin tinggal di Hongkong.

Usulan ini diterima dan PPLN membedakan jalur antrean. Pergerakan pemilih pun lancar. Namun, pemilih yang menggunakan izin tinggal Hongkong kesal karena harus didata lama, ditanya nama, dan sebagainya. Padahal, kata Syaiful, ada banyak pemilih yang masuk kategori ini.

"Dari ring tiga masuk ke tenda. Mereka harus isi formulir kuning untuk data nama, ID, dan alamat. Dua menit sampai tiga menit per orang dan prosesnya manual. Petugas mendata dengan menulis di atas lembar kertas. Setelah itu diarahkan ke TPS," katanya.

Pukul 16.00

PPLN tidak membuat kebijakan untuk mengantisipasi antrean yang luar biasa banyak. Baru pada pukul 16.00, panitia membuka dua pintu. Karena antrean di ring tiga sangat banyak, sampai pukul 17.00 mereka tetap belum bisa memilih. "Seharusnya PPLN bisa menambah bilik suara. Ada enam bilik suara dari 13 TPS," kecam Syaiful.

Pukul 17.00

Sekitar 500 sampai 1.000 orang masih mengantre di ring satu. Mereka terdaftar di DPT, ada juga yang tidak terdaftar. Setelah pukul 17.00, TPSLN ditutup, tetapi ada beberapa pemilih meminta tetap diperbolehkan masuk dan menggunakan hak pilih. Hanya beberapa orang yang bisa masuk dan selebihnya tetap di luar pagar.

"Saya sendiri memilih di Hongkong 10 menit sebelum pukul lima sore. Bagi siapa pun yang membawa undangan bisa langsung masuk. Mudah," terang Syaiful. Namun, bagi pemilih yang sebelumnya tidak mendapat pemberitahuan memilih, kata dia, tak semudah itu prosesnya.

Buruh migran akhirnya berdemo di depan pintu masuk karena merasa dapat surat undangan dan panggilan, tetapi tak bisa memilih. Sayang, PPLN tidak merespons sama sekali demo para pemilih, sekaligus tak ada antisipasi dan langkah apa yang harus dilakukan.

Ketua PPLN tak memberikan solusi sama sekali. Justru anggota PPLN yang ke depan menemui para pendemo, tetapi tak menjawab tuntutan pemilih. Setelah tak ada respons, pemilih berdemo. Para pemilih lalu menerobos pagar pembatas di ring pertama dan mengejar PPLN.

Kepada siapa saja yang bisa ditemui, para pemilih ini meminta bisa memilih. Saat itu, kata Syaiful, ada Ketua Badan Pengawas Pemilu Muhammad, serta dua anggota Komisi Pemilihan Umum, yakni Sigit Pamungkas dan Juri Ardiantoro.

"Beliau tidak ada solusi sama sekali dan diserahkan ke PPLN. Pemilih Hongkong sampai memaki-maki. Tetap sampai mereka pulang pukul tujuh malam tidak ada keputusan KPU dan Bawaslu. Lalu Ketua PPLN memutuskan mereka tetap tidak bisa memilih," papar Syaiful.

Diketahui, sebanyak 23.863 pemilih yang tercatat memberikan hak suaranya di 13 TPS dari total DPT lebih dari 100.000. Ada konfirmasi jumlah pemilih yang memberikan suara lewat pos mencapai 18.000 orang. 

Pukul 19.15

Para pemilih merangsek masuk ke ring satu dan menemui PPLN. Ada informasi beredar, ujar Syaiful, Keua Bawaslu nyaris memukul pemilih yang mengumpatnya saat buka puasa. Tribunnewsberusaha mengonfirmasi Muhammad, tetapi telepon selulernya tak aktif. 

"Tapi saya tidak melihat secara langsung. Memang teman-teman ramai berita itu. Kami masih cari bukti-bukti itu, video atau apa pun masih dikumpulkan. Kami masih cari pengawas yang memiliki rekaman," katanya. 

Pemungutan Suara di Hongkong Ricuh, Celetukan Panitia Memperparah Situasi

sumber:www.kompas.com

News / Nasional

Pemungutan Suara di Hongkong Ricuh, Celetukan Panitia Memperparah Situasi

Senin, 7 Juli 2014 | 01:07 WIB
FACEBOOK
Para TKI yang memprotes karena tidak bisa memilih di Lapangan Victoria Park, Hongkong, Minggu (6/7/2014). Gambar diambil dari halaman Facebook Adian Napitupulu.HONGKONG, KOMPAS.com — Pemungutan suara pemilihan presiden Republik Indonesia yang digelar Panitia Pemungutan Luar Negeri di Hongkong berlangsung ricuh, Minggu (6/7/2014) sore. Ratusan orang mengamuk merobohkan pagar tempat pemungutan suara yang ditutup sebelum mereka memberikan suara. Celetukan panitia memperburuk situasi.

"Pengantre masih banyak, ratusan sampai seribuan orang. Tiba-tiba pagar TPS ditutup, jadi mereka yang mengantre maju. Lalu sebagai pemilih adalah pendukung Jokowi-JK, protes dan teriak-teriak, 'Jokowi... Jokowi...'," tutur Arista Devi, salah satu pemilih di Hongkong, dalam perbincangan telepon dengan Tribunnews, Minggu malam.

Keributan terjadi setelah seorang oknum panitia mengeluarkan celetukan hanya pemilih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang masih boleh masuk ke TPS. Kericuhan pun tak terelakkan. Ratusan pemilih yang tidak tersalurkan hak pilihnya memprotes Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Hongkong dan Konsulat Jenderal RI di Hongkong. 

"Saat demo itu, seorang oknum panitia berceletuk, 'Ayo, silakan masuk, tapi hanya pemilih nomor 1 (Prabowo-Hatta) yang dibolehkan masuk'," imbuh Arista. Namun, dia mengatakan bahwa oknum panitia tersebut tidak langsung dapat diidentifikasi. "Masalahnya massa tidak bisa membedakan siapa panitia. Mana yang Bawaslu, PPLN, atau relawan," kata Arista.

Menurut Arista, PPLN Hongkong terlihat tak mengantisipasi lonjakan pemilih. "Antisipasi panitia pilpres kali ini beda dibandingkan pileg 9 April lalu. Kali ini panitia mematok TPS buka sampai jam 17.00. Tetapi, pemilih rupanya banyak sekali, sampai-sampai mengantre mengular, berkelok-kelok. Panjang antrean sekitar 500 meter. Jumlah pemilih yang antre antara 500-1.000 orang." 

Informasi soal kericuhan di TPSLN Hongkong ini langsung meruyak di media sosial. Salah satu pemilik akun Facebook, Laras Wati, menulis, "Saya juga menjadi saksi, bahwa KJRI kurang siap dalam mengantisipasi membludaknya pemilih yang ingin berpesta Demokrasi!!! Suara mereka harus tetap di dengungkan!!!" Pemilik akun Facebook Amooy Luph'e Tyan Classic'er Wah menulis, "Saya aja standby pagi sampe jam 2.30. Sayang sekali suara yang sia-sia." (Rendy Sadikin

Pemungutan Suara di Hongkong Ricuh, Celetukan Panitia Memperparah Situasi

sumber:www.kompas.com

News / Nasional

Pemungutan Suara di Hongkong Ricuh, Celetukan Panitia Memperparah Situasi

Senin, 7 Juli 2014 | 01:07 WIB
FACEBOOK
Para TKI yang memprotes karena tidak bisa memilih di Lapangan Victoria Park, Hongkong, Minggu (6/7/2014). Gambar diambil dari halaman Facebook Adian Napitupulu.HONGKONG, KOMPAS.com — Pemungutan suara pemilihan presiden Republik Indonesia yang digelar Panitia Pemungutan Luar Negeri di Hongkong berlangsung ricuh, Minggu (6/7/2014) sore. Ratusan orang mengamuk merobohkan pagar tempat pemungutan suara yang ditutup sebelum mereka memberikan suara. Celetukan panitia memperburuk situasi.

"Pengantre masih banyak, ratusan sampai seribuan orang. Tiba-tiba pagar TPS ditutup, jadi mereka yang mengantre maju. Lalu sebagai pemilih adalah pendukung Jokowi-JK, protes dan teriak-teriak, 'Jokowi... Jokowi...'," tutur Arista Devi, salah satu pemilih di Hongkong, dalam perbincangan telepon dengan Tribunnews, Minggu malam.

Keributan terjadi setelah seorang oknum panitia mengeluarkan celetukan hanya pemilih pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang masih boleh masuk ke TPS. Kericuhan pun tak terelakkan. Ratusan pemilih yang tidak tersalurkan hak pilihnya memprotes Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Hongkong dan Konsulat Jenderal RI di Hongkong. 

"Saat demo itu, seorang oknum panitia berceletuk, 'Ayo, silakan masuk, tapi hanya pemilih nomor 1 (Prabowo-Hatta) yang dibolehkan masuk'," imbuh Arista. Namun, dia mengatakan bahwa oknum panitia tersebut tidak langsung dapat diidentifikasi. "Masalahnya massa tidak bisa membedakan siapa panitia. Mana yang Bawaslu, PPLN, atau relawan," kata Arista.

Menurut Arista, PPLN Hongkong terlihat tak mengantisipasi lonjakan pemilih. "Antisipasi panitia pilpres kali ini beda dibandingkan pileg 9 April lalu. Kali ini panitia mematok TPS buka sampai jam 17.00. Tetapi, pemilih rupanya banyak sekali, sampai-sampai mengantre mengular, berkelok-kelok. Panjang antrean sekitar 500 meter. Jumlah pemilih yang antre antara 500-1.000 orang." 

Informasi soal kericuhan di TPSLN Hongkong ini langsung meruyak di media sosial. Salah satu pemilik akun Facebook, Laras Wati, menulis, "Saya juga menjadi saksi, bahwa KJRI kurang siap dalam mengantisipasi membludaknya pemilih yang ingin berpesta Demokrasi!!! Suara mereka harus tetap di dengungkan!!!" Pemilik akun Facebook Amooy Luph'e Tyan Classic'er Wah menulis, "Saya aja standby pagi sampe jam 2.30. Sayang sekali suara yang sia-sia." (Rendy Sadikin

Selasa, 01 April 2014

Mobil parpol di Aceh ditembak dari belakang Selasa, 1 April 2014 15:51 WIB sumber http://www.antaranews.com/berita/427132/mobil-parpol-di-aceh-ditembak-dari-belakang

jakarta (ANTARA News) - Mobil Kijang Innova yang berstiker Partai Aceh ditembak dari arah belakang, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Agus Rianto.

"Pelaku menembak dari belakang," kata Agus saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa.

Agus menjelaskan mobil yang bernomor polisi BK-1216-HQ itu ditembak saat melintas di Tikungan Kuburan Cina, Desa Geulanggang Teungoh, Kabupaten Bireuen, Aceh sekitar pukul 21.30 WIB.

Penembakan tersebut, lanjut dia, menyebabkan tiga orang tewas, termasuk di antaranya seorang bayi yang masih berusia sekitar satu tahu delapan bulan yang bernama Khairil Anwar.

Sementara itu dua korban tewas lainnya, di antaranya Hazirawati (28) warga Desa Blang Poroh dan Zuwaini (29) warga Desa Lheu Simpang, sementar itu yang korban kritis Fakhrurrazi (25) warga Desa Blang Poroh.

Mobil yang membawa 12 penumpang tersebut, lanjut Agus, hendak pergi untuk mengantar salah seorang di antara mereka yang sakit ke Desa Buket Teukuh.

Dalam olah TKP, penyidik menemukan tiga selongsong peluru yang diduga menggunakan senjata laras panjang.

Agus mengatakan saat ini ketiga selongsong peluru tersebut dan dugaan senjata yang dipakai masih dalam penelitian Pusat Laboratorium dan Forensik.

Minggu, 30 Maret 2014

news.com Lima Pesawat Deteksi Benda-benda Diduga MH370, Pencarian Terus Dilakukan sumber http://medanbisnisdaily.com/news/read/2014/03/29/87423/lima_pesawat_deteksi_benda-benda_diduga_mh370_pencarian_terus_dilakukan/

Sabtu, 29 Mar 2014 11:51 WIB - http://mdn.biz.id/n/87423/ - Dibaca: 1,800 kali
Lima Pesawat Deteksi Benda-benda Diduga MH370, Pencarian Terus Dilakukan
MedanBisnis - Perth. Tiga pekan sejak pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 hilang, pencarian terus dilakukan hari ini. Area pencarian kini digeser ke area sejauh 1.100 kilometer di sebelah timur laut, dan lebih dekat ke pantai Australia.
Sebelumnya pada Jumat, 28 Maret, lima pesawat mendeteksi adanya puing-puing di Samudera Hindia

Wakil Marsekal Udara Selandia Baru, Kevin Short mengatakan seperti dilansir CNN, Sabtu (29/3), lima pesawat yang ikut dalam pencarian MH370 telah menemukan puing-puing di area pencarian di Samudera Hindia.

Obyek-obyek tersebut termasuk 11 benda kecil yang dilihat oleh salah satu pesawat militer Selandia Baru, P-3. Pesawat P-8 milik Angkatan Laut Amerika Serikat juga mendeteksi benda-benda berwarna putih, tali oranye dan sebuah tas berwarna biru.

Hari ini pesawat-pesawat pun kembali dikerahkan untuk mencoba menemukan benda-benda tersebut. Sejumlah kapal pun dikerahkan untuk mengangkat benda-benda tersebut.

Namun badan keselamatan maritim Australia, Australian Maritime Safety Authority (AMSA) mengingatkan, obyek-obyek tersebut belum bisa dipastikan terkait MH370 sebelum diangkat oleh kapal-kapal dan dianalisa.(dtc)

Poros Parpol Islam Diperlukan sumber http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/03/29/n36tw8-poros-parpol-islam-diperlukan

Poros Parpol Islam Diperlukan

Sabtu, 29 Maret 2014, 15:05 WIB

Partai Islam
Partai Islam
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Faisal Nurdin Idris, menyatakan parpol Islam jika bersatu, akan membetuk poros yang kuat. Sejarah poros tengah pada era reformasi dulu menjadi bukti betapa kuatnya kekuatan poros parpol Islam.

Kekuatan poros parpol Islam ada pada lobi. Parpol Islam menurut Faisal mampu melakukan lobi-lobi yang menguatkan kepentingan kesejahteraan rakyat. Hal ini mampu membuat tawaran parpol Islam selalu diterima berbagai kalangan.

Selain itu, parpol Islam mampu mengeluarkan gagasan-gagasan brilian. "Cakupannya bukan kepentingan segolongan, tapi keseluruhan," imbuhnya kepada ROL, Sabtu (29/3).

Standardnya adalah kemaslahatan semua orang. Ini membuat parpol Islam tidak sektoral. Justru ketika mereka bersatu, mampu menunjukkan eksistensinya sebagai perangkul kemajemukan. Pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara semakin dihargai dan dijunjung tinggi. Menurutnya hal inilah yang membuat parpol Islam mampu menyatukan berbagai kepentingan.

Faisal memprediksi, tidak menutup kemungkinan parpol Islam akan bersatu pada pemilu tahun ini. Mereka nantinya akan menjadi poros tersendiri dengan kekuatan politik yang tidak bisa diremehkan. Yang terpenting, jelasnya, poros ini harus menjaga komitmen.

"Jangan sampai ada yang mengingkari komitmen yang sudah dibangun. Sikap saling mempercayai dan menghormati harus dilakukan," ujarny

news.com Poros Parpol Islam Diperlukan sumber http://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/14/03/29/n36tw8-poros-parpol-islam-diperlukan

Poros Parpol Islam Diperlukan

Sabtu, 29 Maret 2014, 15:05 WIB

Partai Islam
Partai Islam
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Faisal Nurdin Idris, menyatakan parpol Islam jika bersatu, akan membetuk poros yang kuat. Sejarah poros tengah pada era reformasi dulu menjadi bukti betapa kuatnya kekuatan poros parpol Islam.

Kekuatan poros parpol Islam ada pada lobi. Parpol Islam menurut Faisal mampu melakukan lobi-lobi yang menguatkan kepentingan kesejahteraan rakyat. Hal ini mampu membuat tawaran parpol Islam selalu diterima berbagai kalangan.

Selain itu, parpol Islam mampu mengeluarkan gagasan-gagasan brilian. "Cakupannya bukan kepentingan segolongan, tapi keseluruhan," imbuhnya kepada ROL, Sabtu (29/3).

Standardnya adalah kemaslahatan semua orang. Ini membuat parpol Islam tidak sektoral. Justru ketika mereka bersatu, mampu menunjukkan eksistensinya sebagai perangkul kemajemukan. Pluralisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara semakin dihargai dan dijunjung tinggi. Menurutnya hal inilah yang membuat parpol Islam mampu menyatukan berbagai kepentingan.

Faisal memprediksi, tidak menutup kemungkinan parpol Islam akan bersatu pada pemilu tahun ini. Mereka nantinya akan menjadi poros tersendiri dengan kekuatan politik yang tidak bisa diremehkan. Yang terpenting, jelasnya, poros ini harus menjaga komitmen.

"Jangan sampai ada yang mengingkari komitmen yang sudah dibangun. Sikap saling mempercayai dan menghormati harus dilakukan," ujarny